Ulasan Seputar Hukum Qurban yang Saat Ini Masih Menjadi Perdebatan Para Ulama

Hari raya idul adha selalu dibarengi atau ditandai dengan penyembelihan hewan qurban sebagai wujud syukur kepada sang pencipta. Umat islam seluruh dunia berbondong-bondong untuk mencari jenis hewan yang bisa dijadikan sebagai qurban. Di Indonesia masyarakatnya sering menggunakan hewan ternak seperti kambing dan juga sapi sebagai hewan qurban. Maka tidak heran jika mendekati hari raya banyak sekali masyarakat mencari hewan ternak dipasaran. Dan dari penjualpun akan menaruh harga yang lebih tinggi dari pada biasanya karena permintaan pasar akan meningkat di bulan dzulhijjah.

 

Tetapi semakin berkembangnya jaman pembelian hewan qurban tidak hanya bisa dilakukan secara langsung tetapi bisa juga dilakukan dengan cara pembelian di situs jual beli online. Di toko online tersebut telah mengadakan kerjasama dengan suatu lembaga yang memberdayakan masyarakat sebagai penyalur hewan qurban. Jadi Anda tidak perlu lagi susah payah mencari hewan yang akan diqurbankan. Tinggal buka salah satu situs online atau juga bisa langsung mendaftar di website resmi penyalur. Kemudian lakukan pemilihan apakah akan berqurban kambing atau sapi semua harga telah ada di situs tersebut. Anda tinggal melakukan pembayaran, dan mereka akan memberikan hewan qurban tersebut keberbagai daerah yang membutuhkan.

 

Untuk melakukan pembelian hewan secara online tentu juga ada kelebihan dan juga kekurangan yang didapatkan. Contohnya saja dalam pembelian hewan qurban online Anda tidak akan direpotkan dalam segala pengurusannya. Tinggal membayar sesuai dengan harga, hewan qurban Anda akan segera disalurkan. Tetapi kekurangannya seperti yang telah diketahui bahwa sebagai pequrban sangat dianjurkan untuk menyembelih hewannya sendiri, tentunya hal tersebut tidak bisa dilakukan. Maka dari itu banyak orang yang masih mempertanyakan keabsahan membeli hewan qurban melalui online.

 

Meninggalkan keabsahan dari pembelian hewan secara online lebih baik membahas mengenai apahukum qurbanterlebih dahulu. Karena masih ada beberapa ulama yang mempunyai selisih pendapat soal hal ini, diantaranya yaitu:

 

  1. Pendapat pertama yaitu dari beberapa ulama besar antara lain Rabiah, Abu hannifah, Imam Malik, Al AuzaI dan lainnya. Pendapat dari mereka yaitu hukum berqurban itu wajib bagi orang yang mempunyai harta berlebih atau berkelapangan harta. Bisa disimpulkan bahwasannya pendapat itu mewajibkan bagi umat islam yang mempunyai finansial yang lebih. Hal ini didukung dengan dalil yang mengatakan barang siapa yang sedang dalam kelapangan harta namun tidak berqurban jangan pernah sekali-kali mendekati tempat shalat kami (HR. Ibnu Majah)
  2. Pendapat yang kedua yaitu berkurban mempunyai hukum sunnah muakkadah atau lebih ditekankan. Dengan dalil yang mendukungnya sesungguhnya sedang tidak dalam berqurban. Padahal tergolong orang berkelapangan. Karena khawatir ada yang mengira bahwa hal tersebut wajib (HR. Abdur Razzaq).

 

Jika ditarik kesimpulan keduanya mempunyai pandangan yang sangat kuat masing-masing karena terdapat dalil yang menjelaskan. Maka lebih baiknya sebagai orang yang mempunyai harta lebih melaksanakan qurban.