Belajar Kehidupan Buddha di Candi Borobudur

Sebuah candi nan megah dan besar berdiri di sebuah bukit di kawasan Mungkid, Magelang, Jawa Tengah. Candi tersebut tidak pernah sepi dikunjungi para pelancong atau wisatawan yang datang baik dari luar daerah, luar pulau bahkan hingga luar negeri. Kemasyuran Candi Borobudur tersebar hinga ke seluruh dunia. Dengan segala keunikan dan kehebatanya tidak salah kalau candi ini dinobatkan sebagai bangunan warisan dunia oleh UNESCO.

Dibangun oleh penganut Buddha Mahayana, candi berbentuk stupa ini dibangun oleh Wangsa Syailendra pada abad ke-9 bangunan ini masih kokoh berdiri hingga sekarang. Sebagai candi Buddha sekaligus monumen keagamaan terbesar di dunia, Borobudur menyimpat berbagai pelajaran dibalik bangunan, relief dan juga patung-patung Buddha yang ada di candi tersebut. Wisatawan dapat berwisata sembari belajar mengenai kehidupan duniawi yang digambarkan oleh tokoh Sidharta Gautama yang berproses dari manusia biasa menjadi seorang Buddha.

Candi Borobudur merupakan tempat ibadah atau tempat suci umat Buddha untuk memuliakan sang Buddha sekaligus tempat ziarah dan belajar para biksu. Terdapat 10 untuk mencapai puncak Borobudur yang dibagi menjadi tiga tingkatan yang memiliki arti spiritual. Ketiga tingkatan ranah spiritual dalam kosmologi Buddha adalah:Kamadhatu yaitu bagian kaki candi yang melambangkan bahwasanya manusia masih masih dikuasi oleh kama atau hawa nafsu. Tingkatan selanjutnya adalah Rupadhatu yaitu tingkatan dimana dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk. Tingkatan ini melambangkan alam antara yakni, antara alam bawah dan alam atas. Dan tingkatan yang terakhir adalah Aruphadatu yaitu menggambarkan ketiadaan wujud yang sempurna dilambangkan berupa stupa yang terbesar dan tertinggi yang merupakan wujud kesempurnaan dalam agama Buddha.

Selain itu pelajaran juga bisa dilihat dari relief-relief yang ada di dinding candi. Terdapat 2.672 panel relief yang menceritakan mengenai kehidupan manusia di dunia. Melalui relief ini bisa belajar arti kehidupan seperti orang yang suka mengosip diibaratkan meminum racun secara berlahan-lahan namun berharap orang lain yang mati. Ada juga kisah mengenai keluarga yang terdiri dari orang tua dan dua anak agar hidupnya bahagia yang merupakan program KB dari jaman dahulu. Masih banyak kisah-kisah lainnya yang ada di relief Borobudur yang bisa menjadi pelajari bagi para wisatawan yang berkunjung ke Borobudur. Wisatawan juga bisa memilih paket tour Jogja yang mungkin cocok unutk anda dan keluarga anda.